Berita dan Pengumuman

Polemik game Unity, dosen Informatika buka suara

  • Di Publikasikan Pada: 18 Sep 2023
  • Oleh: Prodi Informatika

Image by storyset on Freepik


Sejak tanggal 12 September 2023 yang lalu, komunitas developer game ramai membahas mengenai perubahan Terms of Services dari Unity yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2024. Sejak tanggal tersebut, setiap game yang dikembangkan menggunakan Unity akan dikenai Unity runtime fee setiap game tersebut diinstall di device yang berbeda.

Reaksi dari komunitas developer game sangat negatif, bahkan ada beberapa developer yang menonaktifkan unity ads sebagai  tanda protes, dan ada juga yang bahkan berencana beralih sepenuhnya dari Unity.

Dosen Rancang Bangun Perangkat Lunak prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Surabaya, pak Ashr Hafiizh Tantri, S.Kom, M.Kom, yang ditemui di sela-sela kesibukan beliau di hari Senin (18/09/2023), memberikan beberapa game engine alternatif  yang dapat digunakan oleh untuk membangun game.

Untuk game yang berbasis 3D, beliau menyarankan Unreal Engine sebagai alternatif utama. Game engine lain yang dapat menjadi pertimbangan adalah cryengine dan unigine

Beliau, yang dulu pernah berpartisipasi di Mobile Game Developer War 4 di tahun 2012, juga menyarankan Godot sebagai alternatif untuk mengembangkan game yang berbasis 2D. Game engine lain yang patut dilirik adalah GB Studio, Scratch, RPG Maker dan Gamemaker Studio

Sebagai penutup, beliau menyarankan agar fleksibel dalam mengembangkan game, tidak terpaku pada game engine tertentu. Bahkan lebih baik, jika mampu membuat game engine sendiri.